Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Ekspor Batu Bara Anjlok, APBI: China dan India Pilih Negara Lain

Ekspor Batu Bara Anjlok, APBI: China dan India Pilih Negara Lain

  • account_circle Hasanah 012
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
  • visibility 54
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

HASANAH.ID, EKONOMI – Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mengeluhkan bahwa ekspor batu bara dari Indonesia ke China dan India menurun. Hal ini terjadi sejak awal tahun 2025. 

Plt. Direktur Eksekutif APBI, Gita Mahyarani menjelaskan penurunan ini karena persaingan harga pokok batu bara Indonesia dengan pengekspor batu bara negara lain seperti Australia, Mongolia, dan Rusia. Ia juga mengatakan bahwa permintaan batu bara ke Indonesia menurun.

“Padahal biasanya setelah Imlek stok akan menurun, tapi tahun ini justru tetap tinggi. Ini juga menunjukkan bahwa kebutuhan impor dari Indonesia belum terlalu mendesak karena stock mereka masih cukup,” ujarnya pada Kamis, (25/6/2025).

Ia juga memaparkan bahwa penggunaan batu bara di China masih membutuhkan impor besar dari Indonesia. Ia juga membeberkan jumlah ekspor batu bara RI ke China yang menurun hingga Mei 2025 sebesar 15% dibandingkan dengan tahun 2024 dan India menurun hingga 7%.

“Memang ada penurunan ekspor batu bara Indonesia ke China dan India sejak awal tahun ini. Berdasarkan data kami, ekspor ke China hingga Mei 2025 tercatat turun sekitar 15% YoY, dan ke India juga menurun sekitar 7% YoY,” ungkapnya. 

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno menegaskan Indonesia tidak perlu panik dalam dengan menurunnya ekspor batu bara ke China dan India. Ia mengatakan perlu membuka peluang pasar yang baru.

“Kau coba liat dicek China sama India, dua negara itu produksinya naik, jadi poinnya semua negara mempertahankan inginnya, seperti yang Pak Prabowo sampaikan, semua negara pengen negaranya secure, jadi wajar-wajar di dunia global seperti itu kita ngga usah panik, tapi emang harus siap-siap, misalnya apakah ada potensi untuk Asean,” ujarnya. 

Ia juga membantah bahwa negara RI menurunnya karena kalah saing. Menurutnya hal itu tidak benar.

“Setau saya ngga, bahwa ada ekspor dari sana iya emang ada, tapi Mongolia dari mana dia? Mongolia underground, apabila transportnya jauh dia kemakan dong harganya,” ujar Tri.

  • Penulis: Hasanah 012
expand_less
Skip to toolbar